Sabtu, Mei 18, 2024
SONJO Angkringan

Membangun Modal Sosial dan Antisipasi Pandemi Berkepanjangan

Pada SONJO Angkringan#4 ini memiliki tema: “Membangun Modal Sosial dan Antisipasi Pandemi Berkepanjangan”. Tema diskusi ini muncul berkaitan dengan fakta bahwa vaksin besar kemungkinan masih memerlukan waktu 2-3 tahun untuk ditemukan dan digunakan khalayak umum. Selama kurun waktu tersebut, masyarakat harus beradaptasi dengan protokol Covid-19 yang mengubah drastis lanskap aktivitas ekonomi maupun interaksi sosial. Diskusi daring kali ini menampilkan ahli epidimiolog, pakar kebudayaan dan pakar kebijakan publik. Hal yang menarik dari diskusi ini adalah bahwa norma yang muncul pasca pandemi dipengaruhi bagaimana norma yang berkembang di masyarakat selama pandemi ini. Berita mengenai kegiatan sebelumnya SONJO Angkringan#3 dapat klik pada tautan berikut: SONJO Angkringan #3.

Narasumber pada diskusi kali ini adalah Bapak Yanuar Nugroho, Ph.D. (Visiting Professor ISEAS Yusof Ishak Institute), Bapak Achmad Munjid, Ph.D. (Departemen Antarbudaya FIB UGM), dan Bapak Donnie Ahmad, Ph.D. (Ahli Epidemiologi FKKMK UGM). Sonjo Angkringan#4 ini dimoderatori oleh Bapak Rimawan Pradiptyo, Ph.D., dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM.

Dalam penuturannya Bapak Donny Ahmad menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi fase-fase tersebut. Ketika terjadi penemuan kasus impor, perlunya outbreak preparadness dan cases containment. Pada saat sudah menular di komunitas terbatas, maka diperlukan transmission containment dengan cara melakukan screening secara luas dan masif kepada populasi. Pada tahapan transmission suppression, usaha yang dilakukan adalah mengurangi jalur-jalur penyebaran, seperti melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau lockdown.

Dalam tinjauan kebudayaan, Bapak Ahmad Munjid menyampaikan, dalam setiap kondisi krisis, yang namanya watak, kecenderungan, maupun potensi masyarakat akan muncul lebih tegas, baik yang sifatnya positif maupun negatif. Kita bisa melihat saat mulai terjadinya krisis kemarin, ada yang tiba-tiba menimbun bahan kebutuhan pokok dan menjual masker dengan harga yang tidak masuk akal. Ini kecenderungan yang negatif. Setelah berjalan, akhirnya muncul sebagian masyarakat yang menunjukkan watak yang altruis. Misalnya muncul lumbung-lumbung pangan di desa, nenek-nenek di Jawa Timur yang menyumbangkan tabungan umrohnya untuk penanganan pandemi, hingga anak kecil di Jawa Barat yang menyumbangkan tabungan dicelengannya.

Materi dan Rekaman Diskusi

Materi dan ringkasan pembahasan Sonjo Angkringan #4 dapat diakses melalui link berikut ini: s.id/MateriSonjo4

Berikut adalah rekaman Sonjo Angkringan #4