Mengenal SONJO

SELAMAT DATANG
SAMBATAN JOGJA
SONJO adalah gerakan kemanusiaan fokus pada upaya membantu masyarakat rentan dan berisiko terkena dampak penyebaran Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kata SONJO (Bahasa Jawa) berarti silaturahmi dan khusus untuk gerakan kemanusiaan ini SONJO adalah singkatan dari Sambatan Jogja. Sambatan adalah bentuk gotong-royong yang banyak dilakukan di daerah-daerah pedesaan di Jawa untuk membangun rumah warga/fasilitas publik. SONJO menggunakan Whatsapp Group (WAG) sebagai media utama dalam berkoordinasi melakukan berbagai program.

SONJO didirikan sejak 24 Maret 2020 dan berkembang sangat cepat. Hingga 17 April 2020 telah terbentuk 7 WAG di SONJO dan tiap WAG focus pada bidang terentu. Pada 22 Juni 2020, terbentuklah dua tambahan WAG sehingga menjadikan 9 WAG di SONJO dengan total anggota mencapai lebih dari 500 orang. Hingga saat ini terdapat 8 program yang berkembang di SONJO yang terbagi ke dalam tiga sector yaitu kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Gerakan SONJO bersifat inklusif melibatkan seluruh elemen masyarakat sipil di DIY dan melibatkan para difabel dalam beberapa program di SONJO.

 Tentang SONJO

Sejak pembentukannya pada tanggal 24 Maret 2020, SONJO telah berkembang menjadi 9 WAG. Adapun ke 9 WAG beserta program-program di tiap-tiap WAG adalah sebagai berikut:

  1. SONJO HQ (pusat koordinasi), adalah WAG pertama sejak SONJO terbentuk (24 Maret 2020). Berbagai kebijakan dan kegiatan didiseminasikan dan dikoordinasikan terlebih dahulu di WAG ini sebelum diimplementasikan. Program yang ada di bawah WAG ini adalah: SONJO Angkringan yaitu diskusi daring santai setiap Minggu malam, mengangkat masalah-masalah yang terjadi di sekitar kita dan didiskusikan di WAG SONJO. Hingga saat ini, SONJO Angkringan telah sampai pada seri ke 11 dengan rincian tema sebagai berikut:
    1. Seri 1: Membangun Gerakan Kemanusiaan di Daerah Melawan Covid-19
    2. Seri 2: Kita-Kita Pengadaan APD di Masa Pandemi
    3. Seri 3: Ketahanan Pangan di Masa Pandemi
    4. Seri 4: Membangun Modal Sosial dan Antisipasi Pandemi Berkepanjangan
    5. Seri 5: Menjaga Ketahanan Pangan di Perkotaan
    6. Seri 6: SONJO-Husada Menjaga Keberlanjutan APD bagi Tenaga Medis
    7. Seri 7: Peluang dan Tantangan Difabel dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
    8. Seri 8: Geliat Usaha Makanan di Era Pandemi
    9. Seri 9: Peran Masyarakat dalam Peningkatan Efektivitas Penyaluran Bansos
    10. Seri 10: Kompleksitas Pengajaran Berbasis Daring di Pendidikan Dasar dan Menengah
    11. Seri 11: Pernikahan dan Acara Daring: Upaya Menggerakkan Perekonomian Sesuai Protokol Covid-19
  1. SONJO Pangan I; WAG ini terbentuk sejak 27 Maret 2020 dan focus pada upaya untuk mengatasi masalah ketahanan pangan di DIY. WAG ini muncul sebagai dampak dari pelaksanaan WFH yang kemudian menciptakan terputusnya demand dan supply di pasar makanan dan bahan makan. Beberapa program yang dilaksanakan di WAG ini adalah:
    1. Database SONJO pangan untuk menghubungkan antara penjual dan pembeli. Database ini diupload di website SONJO di gamabox.id/sonjo (yang dalam proses migrasi ke SONJO.id) dan terdapat menu bagi pengusaha mendaftarkan diri dan konsumen untuk mengetahui produk yang dijual oleh pengusaha. Database SONJO pangan terdiri dari:
      • 726 UKM makanan/ bahan pangan
      • 37 Swalayan/Toko daring
      • 216 Pasar dan Taman Kuliner
    2. SONJO Ngabuburit adalah program promosi di WAG SONJO Pangan selama bulan Ramadan. Setiap jam 15.00 hingga Maghrib, para anggota WAG dapat menawarkan produknya dalam bentuk narasi WAG dan juga poster. Apapun iklan produk yang ditawarkan di waktu tersebut di WAG SONJO pangan, akan dibagikan ke WAG SONJO lain. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningktkan transaksi antar anggota SONJO. Sejak 10 hari sebelum Idul Fitri, poster disebarkan pula di media social SONJO, baik di Facebook/ Instagram dan Twitter.
    3. Etalase Pasar SONJO (EPS) adalah program promosi bagi UMK tanpa dipungut biaya. EPS dapat didownload di s.id/pasarsonjo. EPS berdasarkan pada apps Glidesapps. Setiap UMK disediakan 1 halaman untuk mengiklankan produknya, disertai list harga produk beserta nomor kontak penjual. Transaksi dilakukan oleh penjual dan pembeli melalui komunikasi langsung melalui SMS/WA/Telefon. Sejak 15 Juni 2020 EPS secara resmi terbuka bagi semua UMK dan tidak lagi terbatas pada UMK kuliner atau bahan makanan. Untuk membantu proses registrasi para pengusaha 30 orang relawan mahawiswa direkruit di program ini. Icon EPS juga dapat disimpan di HP untuk memudahkan pengguaan. Hingga saat ini, EPS diikuti oleh:
      • Jumlah UMK : 238 usaha
      • Jumlah UMK yang dikelola difabel: 1 usaha
      • Jumlah Pengguna: 1.117 pengguna
    4. SONJO Migunani adalah program diseminasi keterampilan dalam berproduksi dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung usaha UMK yang terpaksa harus hijrah dari transaksi fisik ke transaksi daring. Video-video singkat dibuat secara sukarela oleh anggota SONJO dan disebarkan kepada para anggota yang memiliki usaha secara gratis. Hal ini dilakukan sebagai upaya penguatan bagi para pengusaha yang tergabung di SONJO untuk memasuki dan memanfaatkan transaksi digital.
  2. SONJO Pangan II; WAG ini adalah perluasan dari WAG SONJO Pangan I karena jumlah peserta di SONJO Pangan I telah penuh (256 orang) dan tidak dapat ditambah lagi. Untuk itulah sejak 20 Juni 2020, WAG SONJO Pangan II ini terbentuk.
  3. SONJO Legawa fokus pada penyaluran bantuan pangan kepada kelompok rentan, bantuan alat kesehatan dan logistic kepada kelompok berisiko (tenaga medis). WAG SONJO Legawa terbentuk sejak 29 Maret 2020. WAG ini mempertemukan pihak RS/Puskesmas, Lembaga-lembaga kemanusiaan (ZIS UGM, LazisNU, LazisMU, dll), produsen APD/Alkes, donatur dan juga innovator alkes. Program yang dikembangkan di WAG ini adalah:SONJO Husada. Program ini focus pada pemenuhan logistik ditujukan untuk semua yang sedang berjuang dan paling beresiko yaitu para tenaga kesehatan, pasien dan keluarga. Program SONJO Husada dilakukan sebagai berikut:
    1. Donasi dilakukan dengan cara para donatur langsung menyalurkan uang ke Lembaga-lembaga kemanusiaan yang tergabung di SONJO Husada (Lazisnu DIY, Yayasan Rumpun Nurani, Kagamadok, Lazis Unisia (UII), Yayasan Indonesia Bertauhid dan Aksi Cepat Tanggap). Para donatur saat mentransfer dana diberi kode akhir 123 di nominal yang ditransfer sebagai tanda bahwa donasi tersebut untuk SONJO Husada
    2. Mendukung program SONJO Husada, dibuat situs Peduli Corona (https://www.pedulicorona.site/) yang dikembangkan oleh Tim Relawan Covid 19 dan SONJO. RS/Puskesmas mengisi kebutuhan logistic di website tersebut sehingga pengelola SONJO Husada memiliki informasi demand dan supply terhadap bantuan logistic kepada tenaga medis.
    3. Pengadaan alkes dilakukan dengan cara koordinasi antara Lembaga kemanusiaan dengan para pengusaha alkes yang tergabung di SONJO Husada. Dengan cara ini kebutuhan alkes dapat dilakukan dengan cepat dengan harga yang kompetitif dan tidak ada aliran dana di SONJO.
    4. Para pegiat SONJO Bersama Lembaga kemanusiaan akan menyalurkan bantuan logistic ke RS/Puskesmas sesuai kebutuhan mereka.
  4. SONJO Inovasi. WAG ini mengumpulkan para innovator pembuat alkes ke dalam satu wadah dan WAG ini terbentuk sejak 28 Maret 2020. Para innovator tersebut membuat berbagai alat yang diperlukan untuk mengatasi penyebaran Covid-19. Dana pengembangan inovasi diperoleh dari universitas tempat para innovator bekerja. SONJO memfasilitas kebutuhan alkes/APD untuk melakukan pengujian, serta membuatkan poster untuk diseminasi sekaligus promosi produk-produk yang telah dihasilkan. Beberapa produk yang dihasilkan antara lain adalah:
    1. GAMA Swab Sampling Chamber
    2. Swab Cabinet BCL-UGM
    3. GeNose: Alat pendeteksi Covid-19 berbasis pernafasan. Alat ini sedang menjalani pilot project di RS Bhayangkara, Yogyakarta.
    4. Produksi VTM untuk RS/Laboratorium untuk tes PCR oleh Fakultas Farmasi UGM.
    5. Pengujian APD gratis di Fakultas Farmasi UGM
  1. SONJO Media. WAG SONJO Media berisi para aktivis SONJO dan media massa dan mulai beroperasi sejak 31 Maret 2020. WAG ini digunakan sebagai diseminasi informasi kepada para wartawan terkait dengan berbagai capaian yang telah dibuat oleh SONJO.
  2. SONJO Database. WAG ini adalah pusat informasi dan database SONJO. Di sinilah database dan poster-poster SONJO untuk keperluan diseminasi disusun dan didiskusikan sebelum kemudian disebarkan ke public. Beberapa poster yang telah dihasilkan adalah sbb:
    1. Bilik Disinfektan,
    2. Pencegahan Covid-19
    3. Bagaimana Jika Tertular covid-19?
    4. Bagaimana dengan Komorbiditas?
    5. GAMA Swab Sampling Chamber
    6. Swab Cabinet BCL-UGM
    7. Tip Ramadan di Saat Pandemi.
    8. Protokol Pemakaman bagi Pasien Covid-19
    9. Penyaluran bantuan APD dari PT Jasindo untuk mendukung penelitian pengembangan GeNose di RS Bhayangkara.
  3. SONJO Pembelajaran. WAG ini terbentuk sejak 17 April 2020 dan mengakomodasi rekan-rekan dari luar DIY yang ingin membangun gerakan kemanusiaan serupa dengan SONJO di daerah mereka masing-masing. Program dari WAG ini adalah SONJO Observer. Program ini memberikan kesempatan rekan-rekan dari daerah lain untuk ikut di WAG SONJO selama 2×24 jam untuk belajar bagaimana system di SONJO bekerja. Setelah itu rekan-rekan observer akan digantikan oleh observer dari daerah lain. Setiap orang yang menjadi observer secara otomatis menjadi anggota SONJO Pembelajaran. Di sinilah mereka bisa bertukar pendapat dan sharing pengalaman bagimana kompleksitas membangun gerakan kemanusiaan seperti SONJO di daerah masing-masing. Hingga saat ini beberapa alumni SONJO Observer telah berhasil membangun gerakan kemanusiaan di daerah mereka antara lain adalah:
    1. Support System (Medan, Sumater Utara)
    2. NganTA (Tulung Agung, Jawa Timur)
    3. GHS Bergerak (Magelang, Jawa Tengah)
    4. SONGGO (Magelang, Jawa Tengah)
    5. Lumbung Amal Covid-19 (Jakarta)
  4. SONJO Pendidikan. WAG ini baru terbentuk sejak 22 Juni 2020 setelah SONJO Angkringan #10 yang mengangkat tema kompleksitas pengajaran daring di pendidikan dasar dan menengah. WAG ini focus pada upaya mencari solusi bagi menghadapi kendala pengajaran akibat pandemic covid khusus untuk pendidikan dasar dan menengah.

 

Komite Kepatuhan SONJO

Bahwa SONJO adalah organisasi informal itu adalah benar adanya. Namun terlepas dari fakta apakah suatu organisasi bersifat formal maupun informal, ketika organisasi tersebut berkembang, maka potensi free riding, hazar moral dan misinformation seringkali terjadi. Untuk memitigasi risiko tersebut, dibentuk Komite Kepatuhan di SONJO. Komite ini dibentuk untuk memastikan bahwa semua program dan kegiatan di SONJO patuh terhadap semua ketentuan yang berlaku. Fokus Komite Kepatuhan adalah untuk memitigasi risiko terkait potensi, free riding, misinformation, dan moral hazard. Terkait hal tersebut Komite Kepatuhan dibentuk dengan melibatkan 5 anggota yang telah memiliki kompetensi dan reputasi Panjang terkait dengan manajemen risiko dan anti korupsi. Adapun anggota Komite Kepatuhan SONJO adalah sebagai berikut:

  1. Prof. Sigit Riyanto, PhD (FH-UGM)
  2. Prof. Ova Emilia, PhD (FK-KMK, UGM)
  3. Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm. Apt. (Lurah Panggung Harjo, Bantul)
  4. BM Purwanto, PhD (FEB, UGM)
  5. Dr. Oce Madril, (Pukat-FH-UGM)

 

Pemberitaan Tentang SONJO

Link berita daring tentang SONJO: